Adam berdiri di samping tenda, langit malam ini tampak terang karena sang rembulan sedang menampakkan dirinya di langit dengan penuh. Memberikan pencahayaan sempurna pada tempat di mana Adam berdiri. Adam sedang memegang ponselnya, jarum di jam tangannya sudah menujukkan pukul sepuluh. Ara di dalam tenda sudah tidur, harusnya Adam juga berada di dalam sana, memeluk Ara dan mendekap istrinya agar bisa menyalurkan rasa hangat. Sayangnya pesan w******p yang baru ia baca itu membuatnya tidak bisa tidur. Pesan dari Kia. Sebab itu lah Adam rela berdiri di luar tenda, dengan tubuh yang jadi sasaran nyamuk agar bisa membaca pesan Kia dengan tenang. Sekalipun Ara sudah tidur, membaca pesan perempuan lain di samping istrinya tetap saja terasa sangat janggal—atau lebih tepatnya, tidak tenang

