"Adam," Suara Jonathan itu terdengar dari balik telepon. Sudah dua hari yang lalu Jonathan dan Ningsih meninggalkan rumah Adam. Setelah Ara datang, Jonathan dan Ningsih langsung pamitan pulang. Awalnya Ara melarang mereka dengan segala cara, tapi Jonathan tetep kekeh untuk pergi dari sana. Jonathan tau istrinya itu mau bikin masalah di rumah tangga adam, dia khawatir Ningsih akan semakin berulah jika mereka tetap di sana. Akhirnya Ara pun mengalah dan melepas kepergian sepasang sahabat Adam itu. Padahal Ara pengen buatin makanan yang paling enak untuk menyambut mereka. "Ada apa Jo?" Saut Adam. Dia kini tengah berada di mobil, menunggu Ara yang katanya masih mau buang air besar. Mereka akan menuju pantai kesirat hari ini. "Bisa nggak kamu chat Ning Kia sekarang?" "Dia uda kamu kasih

