85

1283 Kata

Drrt….drrt…. Ponsel yang kuletakkan sembarang itu bergetar. Dengan malas, tangan kananku mencarinya, hingga kemudian kutemukan ponsel itu dibalik bantal. Ada sebuah pesan masuk dari nomor yang tak kukenal. Aku berdecak kesal. Tanpa melihat siapa itu atau apa isi pesannya, kubuang begitu saja benda berbentuk pipih itu. Saat ini perutku terasa sangat keram, aku tak punya tenaga untuk meladeni pesan dari orang asing itu. Ya, sejak kemarin malam aku memang sudah merasakan keram perut yang terus berulang. Sekalipun keram itu akan hilang jika aku membetulkan posisi badanku, tetap saja rasanya sangat tidak nyaman. Untuk bisa tidur kemarin malam saja aku membutuhkan waktu satu jam hingga akhirnya tidur terlelap. Mama bilang aku sedang mengalami kontraksi palsu. Sebab itu beliau menyuruhku un

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN