Bab 84

2134 Kata

Adam menatap layar ponsel dengan mata merahnya. Jarum jam menunjukkan pukul delapan pagi, tapi wajah pria itu terlihat sangat mengantuk. Bisa dipastikan semalam dia tidak tidur lagi. Entah apa yang menganggu tidurnya, atau masih kah dengan alasan yang sama seperti malam-malam kemarin. Yang jelas ketika dia membaca pesan dari Bunda—yang baru saja muncul di layar ponselnya, Adam sontak termenung, membatu, tidak bisa berkutik. Terlalu terkejut dengan isi pesan itu. Apa Adam sedang bermimpi? Adam mencoba mencubit lengannya dan— "aw!" Sakit. Menampar pipi kanannya dengan tangan kanannya sendiri dan— "Aw!!!" Sakit juga. Jadi…ini bukanlah mimpi. Adam tidak sedang berkhayal, ini adalah kenyataan yang selama ini selalu ia bayangkan. Entah lah, perasaannya campur aduk. Senang, tak perca

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN