Ara mempunyai kebiasaan mimpi buruk, anehnya mimpi itu selalu sama. Di mimpi itu Ara berusia sepuluh tahun dan dia tengah menyaksikan Ibu dan Ayahnya bertengkar. Di mimpi itu Ara tidak tau apa alasan kedua orang tuanya bertengkar, yang jelas melihat hal itu Ara sangat takut. Jantungnya berdetak sangat cepat dan air matanya tidak bisa berhenti keluar. Ara bersembunyi di dalam lemari baju Ibu sembari menangis. Kemudian ia mendengar sayup-sayup Ibu memanggil namanya. Ibu memeluk Ara, dan mereka menangis bersama. Di mimpi Ibu juga selalu mengatakan hal yang sama. Beliau selalu bilang jika semuanya akan baik-baik saja dan Ara tidak perlu sedih. Tapi kalimat penenang itu tidak mempan, Ara tetap merasa ketakutan dan terus menangis. Hingga biasanya ia bangun dalam keadaan mata kebas dan rasa takut

