Selepas makan, aku dan Mbak yu pun segera bergegas untuk keluar warung. Hanya saja aku mengambil jalan yang berbeda darinya. Ketika dia menuju ke arah tempat mobil kami diparkirkan, aku menuju ke samping warung. Kulihat di sana sudah ada Kang Adam yang menungguku. Dia sendirian. Dengan langkah kaki yang mantap, aku mendekatinya. Mata kami bertemu, kemudian saling bertukar senyum. aku masih dalam keadaan sadar, jadi aku tidak segera memeluk Kang Adam sekalipun rasanya aku ingin sekali memeluknya. Aku berdiri di sampingnya, kami tidak berhadap-hadapan, kami menatap jalanan pasar yang ada di depan kami. Jarak antara kami pun masih sewajarnya, tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh. Aku masih bisa mencium aroma tubuh Kang Adam yang sangat segar, aku yakin pasti dia sudah mandi. “Kang A

