Telepon Ara berdering ketika wanita itu sedang merebahkan dirinya di atas kasur. Jarum jam menunjukkan pukul delapan malam. Adam sedang ada di ruang tengah sibuk melihat televisi. Selepas makan malam bersama, mereka sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Suasana di rumah masih dingin. Sepasang suami istri itu masih belum dalam mood baik untuk saling berbicara atau bermesraan. Lebih tepatnya, masih ada gunung es diantara mereka. Membuat Ara dan Adam enggan untuk saling menyapa. Ara beranjak dari tidurnya. Meriah ponsel yang ada di meja rias. Ada nama Aida di layar. Jantung ara sontak berdetak sangat kencang. Ini adalah telepon yang ia tunggu-tunggu sejak tadi siang. Aida berjanji untuk menelponnya, sebab itu Ara sejak tadi tidak kunjung menutup mata. Karena menunggu telepon Aida. S

