Bab 41: surat masa lalu 1# Assalamu’alaikum Kang Adam, lelaki yang namanya selalu aku sebut dalam doa siang dan malam. Bagaimana kabarmu? Bagaimana Jogja? Apa kamu sehat di sana? Ah, aku masih sulit menerima kenyataan jika kamu sudah tidak di sini lagi. Kamu sudah pulang, pergi meninggalkan semuanya termasuk aku yang masih mengharapkanmu. Maaf ya kang, aku sudah lancang membuka kotak kayumu. Aku terlalu rindu dengan kita, sebab itulah kucari sosokmu dimana saja, bahkan sampai di kotak kayu yang seharusnya tidak kusentuh. Aku baca-baca lagi surat kita, surat yang kamu tulis untukku dan surat yang kutulis untukmu. Aku baca surat-surat itu ketika hendak tidur, dan selalu berakhir dengan mimpi indah. Kenangan tentang kita di masa lalu memang sangat indah ya kang. Sangat manis untuk di

