Bab 88

1214 Kata

Memiliki seorang anak ternyata membuat hidupku berubah seratus persen. Hari-hariku menjadi indah dan selalu bersemangat. Jika biasanya ketika bangun tidur aku harus mengumpulkan dulu semangat hidup baru bisa menjalankan aktivitas, kali ini aku tidak lagi seperti itu. Ketika mataku terbuka aku segera bangun dan tak sabar bertemu anakku yang paling cantik di dunia. Karena aku tidak tinggal satu rumah dengan Baby Aya, alhasil aku harus pergi ke rumah Mamanya Ara dulu sebelum pergi ke kantor jika ingin bertemu Baby Aya. Seperti pagi ini, aku buru-buru sarapan agar bisa meluangkan waktu bertemu baby Ara. "Pelan-pelan makannya," omel Bunda. "Bun, usia berapa yaa Aya bisa bicara?" tanyaku di sela-sela sarapan. Piringku sudah hampir habis. Sembari menunggu jawaban Bunda, aku meminum s**u yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN