POV Ning Kia -- Aku memang sudah gila, namun ini adalah usaha terakhirku untuk mendapatkan apa yang kuinginkan sebelum aku benar-benar menyesal. Karena cukup sekali saja aku melakukan kesalahan di hidup ini dengan menyembunyikan perasaanku dan hal itu tidak akan kulakukan lagi. Aku ingin berani memperjuangkan yang kuinginkan, karena toh ketika sudah manut pada pilihan orang tua pun tetap saja aku tidak bahagia. Aku ingin merasakan memilih pilihan sendiri, sekalipun berakhir tidak bahagia. Itu jauh lebih baik daripada harus mengikuti keinginan orang lain. Rasanya sakit ketika bisa bernafas namun hati dibungkam. Aku tidak ingin merasakannya lagi, sebab itu kuberanikan menulis surat itu. Sekalipun rasa takut akan penolakan dari Mas Adam juga menggerogoti jiwaku. Aku menuliskan sebuah su

