Ketika Adam sedang memeluk Ara sembari mengusap-usap punggung gadis itu, ponsel di saku celananya bergetar dan berbunyi dengan bersamaan. Adam mengurai pelukan mereka, mengecek ponselnya. Adam takut itu pesan penting urusan pabrik, sebab itu dia rela melepas pelukan yang menurutnya sangat nyaman itu. Ada sebuah pesan w******p masuk dari nomor baru yang belum dia simpan. Nomor itu terasa tidak asing, tapi tetap saja Adam tidak tau itu nomor siapa. Namun kalimat pertama yang terlihat di pop-up sudah memberikan signal siapakah gerangan pemilik nomor itu. Nomor Ning Kia. Adam melirik Ara yang tampaknya sedang asyik menatap pemandangan sawah di depan mereka. Dengan gerakan pelan, Adam menjauh dari Ara. Entah kenapa dia melakukan ini, ada perasaan tidak nyaman jika harus membuka pesan dari Nin

