"Sebelumnya Mas Adam kan bilang belum siap, apa yang buat Mas Adam siap dan melakukan itu tadi malam?” pertanyaan Ara itu tampaknya sangat sulit untuk dijawab. Pasalnya lelaki yang kini ia tatap tak kunjung membuka suara. Sosok Adam masih terdiam, senyum yang sejak tadi menghiasi wajahnya pun menghilang. "Mas?" Ara menjadi khawatir melihat Adam yang hanya diam. Ia berpikiran Jangan-jangan tak seharusnya ia bertanya seperti itu. Jangan-jangan Adam tersinggung mendengar pertanyaan Ara. Tapi wajar kan kalau Ara tanyakan masalah ini? Dia istri Adam, dan sudah menjadi haknya tau apa yang terjadi pada suaminya. Bukannya Ara ingin Adam menceritakan semua isi pikiran dan hatinya pada Ara, hanya saja Ara merasa masih ada sisi yang tidak Ara ketahui tentang Adam. Masih ada sekat yang Ara tidak

