Kedua mata Nadya mulai berkaca-kaca manatap Adit yang kini juga menatapnya. Nadya berjalan sedikit pincang dan harus menggunakan tongkat untuk menyangga tubuhnya menghampiri Adit. "Adit. "ucap Nadya menangis memeluk anaknya membuat Bryan otomatis memegangi pinggang Nadya agar tidak terjadi terjatuh karena tiba-tiba Nadya menaruh kedua tongkatnya ke lantai hingga berbunyi pantulan kayu yang memekakan telinga. " Jangan gerak nanti kamu jatuh, aku gak mau kamu kenapa-napa sama Adit."Bisik pelan Bryan tepat ditelinga Nadya. Jantung Nadya berdegub kencang ketika berdekatan seperti ini dengan Bryan begitupula Bryan meraskan hal itu. Cinta lama bersemi kembali sepertinys Nadya perlu memikirkan itu. "Nda. "lirihan Adit membuat mereka kompak menoleh ke arah Adit dan tersenyum lebar. " Iya

