Anjarani langsung berekspresi aneh saat kakak kelas itu mengedipkan sebelah mata kepadanya lalu pergi. Jika saja Anjarani tipe cewek centil, sudah pasti ia akan kegirangan karena kakak kelas memberinya sebatang cokelat. Tapi Anjarani tidak, ia malah dengan santainya membuka bungkus cokelat itu lalu memakannya sambil berjalan menuju kelasnya. Rejeki datang pagi, pikirnya senang saja dapat cokelat gratis. Kapan lagi makan cokelat gratis bukan? Pikirnya senang. Dan baru saja Anjarani berjalan melewati aula sekolah, entah hari ini hari apa. Anjarani langsung diserbu oleh siswa baru lain dan menjejalinya dengan surat dan juga cokelat. Demi tuhan! Anjarani bingung sekali dengan situasi itu. “Ran! Terima cokelatku!” “Untuk kamu Ran!” Dan mendadak Anjarani seperti selebriti yang dikerumuni ol

