Anjarani mengaduh kesakitan setelah Indra menyentil telinganya. Tidak tanggung-tanggung sekali kekuatannya. Ia mengusap telinganya beberapa kali sambil melayangkan tatapan tajamnya pada Indra. “Belum pernah disiram kuah bakso ya kamu?” Maki Anjarani kesal. Indra tidak peduli, karena ancaman Anjarani hanya dianggapnya angin lalu saja. Ia mengalihkan tatapannya pada Jessie yang bersiul-siul mencurigakan. Pertanda memang dirinya yang sedang mereka bicarakan. Sedang asyik Anjarani melanjutkan makannya, tiba-tiba suara bel pengumuman berbunyi. Seluruh perhatian pun langsung tertuju pada speaker yang berada di pojok atas pelapon kantin. “Pengumuman kepada siswa bernama Indra Dananjaya Yudistira kelas sepuluh A untuk segera datang ke ruang BK. Sekali lagi, pengumuman kepada siswa bernama…” En

