Bab 35. Azam [2]

1591 Kata

Malam hampir tiba ketika Azam terbangun dari tidur siangnya yang ternyata seperti tidur mati. Lantaran ia tidur benar-benar sampai sore. Ia pulang mengendarai motornya seperti biasa dengan ogah-ogahan dan sesekali menguap karena baru bangun tidur. Tubuhnya terasa lumayan segar setelah tidur siang tadi. Ia pulang ke arah jalan Martadinata di daerah perumahan TNI yang tidak jauh dari perpustakaan. Setelah ia belok ke kanan dan melewati jalan yang lumayan sepi, ia berbelok lagi sampai di sebuah gang kecil dengan gapura berwarna biru yang telah pudar catnya. Rumahnya tidak jauh dari gapura. Belok ke kanan satu kali, Azam sampai di depan rumahnya yang kecil. Tempat tinggal yang seperti neraka baginya. Ia membuka pintu pagar tralis hitam yang sedikit berkarat dengan sedikit tenaga karena berat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN