Anjarani membawa Jessie ke kamarnya agar mereka bisa bercerita sedikit leluasa. Ia melihat Jessie yang sekilas ia lihat tadi seperti tertekan akan sesuatu. Jessie tanpa ragu merebahkan diri di atas ranjang Anjarani dan menghembuskan nafasnya lelah. “Kamu tahu kan Ran, orang yang dipanggil Azam sama si Guntoro itu?” Anjarani mencoba mengingat-ingatnya. “Orang yang pendiam itu kan? Ada t**i lalat di dekat matanya.” Jessie tidak menjawab langsung tapi Anjarani tahu jika memang dia orangnya. Jessie ingin sekali mengadu. Kenapa disaat ia sudah masuk sekolah baru, ia harus bertemu dengan Azam lagi. Jessie berguling ke samping dan meraih boneka teddy milik Anjarani di kepala kasur. “Dia mantanku dulu waktu SMP.” Anjarani langsung mengatupkan mulutnya. Ia tidak tahu jika Jessie bisa sesabar it

