Indra tidak tahu kenapa Anjarani bisa memujinya dan bertampang seperti orang-orang yang kalah sebelum perang. Apakah soal ujian membuatnya ikut menjadi gila perlahan? Ia kini menempelkan punggung tangannya pada kening Anjarani. Takut demam atau semacamnya karena bertingkah aneh. “Kamu padahal gak demam lho Ran.” Ujar Indra dengan wajah polosnya membuat Anjarani ingin menghajarnya sesekali. “Apaan sih! Kamu itu lho Ndra! Kerjain soal cepet banget. Aku baru lembar kedua kamu sudah lembar ke empat. Aku tertekan tau!” Anjarani berkata dengan emosinya. Seandainya Indra tahu betapa tegangnya Anjarani. “Hah? Aku kan kerjain soal yang gampang dulu Ran, ya wajar aku sudah buka banyak lembar. Memangnya selama ini kamu kerjain soal gimana?” Indra kali ini sungguh mempertanyakan bagaimana Anjarani

