Setelah kepergian Anjarani yang berjalan dengan gagahnya melewati tengah kerumunan kakak kelas, Indra memijat pelipisnya tampak sedikit sakit kepala karena tingkah Anjarani yang sama sekali tidak ada anggun-anggunnya. 'Mimpi apa aku bisa suka sama dia.' Batin Indra miris. Ia sendiri juga heran. Berjuta-juta wanita hidup di muka bumi, kenapa dia harus jatuh cinta pada Anjarani? Kurang waras? Otaknya bergeser lima senti di dalam kepalanya? Tidak ada yang tahu. Indra juga tidak pernah bersikap peduli pada wanita terkecuali pada ibunya. Wanita yang mendekatinya hanya tertarik dengan wajahnya saja karena Indra tahu itu. Ia mempertahankan gelarnya sebagai pangeran es lantaran dinginnya sikap Indra kepada wanita. Salah sendiri kenapa punya teman sejawat yang hobby sekali jatuh cinta kemud

