Anjarani langsung bernafas lega. Robby yang selalu berada di sekitarnya lebih terasa menyeramkan baginya. Dia seperti stalker yang terus menguntit tidak jelas. Ia kini menatap tangannya yang masih digandeng oleh Indra sampai ke parkiran. “Eh Ndra….” Kuatnya genggaman tangan Indra sudah seperti seorang ayah yang takut anaknya lepas dan berkeliaran di jalan. Wajah Anjarani perlahan memerah. Apakah Indra tidak sadar? Anjarani tetap berusaha untuk melepaskan genggaman tangan Indra. “Jangan dulu. Dia masih ngawasin dari jauh.” Ucap Indra tidak mau melepaskan genggaman tangannya. “Gila ya itu orang? Memangnya aku ini buronan?” Sesampainya mereka di parkiran motor, Indra langsung segera tancap gas bersama dengan Anjarani yang sekalian ia antar pulang demi keselamatannya dari manusia buas sep

