"Tumpah sampe kena baju saya, aaaaakh. Ini kemeja putih saya yang terakhir loh Pak! haduh, jadi merah gini!" Yang satu dan terbaru, tadi sudah dirobek oleh Panji. Dan sekarang, satu lagi ketumpahan kuah asinan. Mungkinkah nodanya bisa hilang? Mungkin saja tak ada yang tidak mungkin kan di dunia ini? Tapi apa serat kainnya masih sebagus sebelumnya? Ajeng tak yakin. “Itu cuma baju, histeris amat sih!” “CUMA BAJU BAPAK BILANG? CU-MA?” “Ya, ya iya, itu kan cuma baju. Gak usah melotot juga sih.” "Pak, ini dibeli pakai keringet saya Pak. UANG HALAL dan saya kerja gak cuma ongkang-ongkang kaki!" ‘Ngomong apa dia ongkang-ongkang, ah sial otakku kenapa kesana?’ Panji tahu tak seharusnya dia kepikiran ke sisi absurd otak lelaki. Tapi kenapa jadi itu yang kebayang? Ajeng juga, tak perlu dij

