"Saya ngerti. Tenang aja Pak." Yah, memang apa yang harus Ajeng harapkan? Dirinya ada di hati Panji dan bertahta di sana menggantikan Evelyn? MIMPI! Panji sangat mencintai kekasihnya dan hubungan mereka bukan baru sebulan dua bulan atau setahun dua tahun. Ajeng tinggal lama di rumah keluarga Pradana jadi dia seharusnya tahu bagaimana Panji sangat mencintai kekasihnya itu. Lalu kenapa Ajeng bisa-bisanya sempat kepikiran Panji punya rasa padanya? Ck! Ajeng kesal dengan dirinya sendiri yang mudah sekali terbuai dengan pelukan dan kata-kata manis dari Panji. Bahkan sejak awal kesalahan itu terjadi di kamar hotel itu semua karena Ajeng berhenti melawan dan yakin kalau Panji mengutarakan isi hatinya untuk Ajeng. Padahal itu semua cuma angan semata. Kenapa Ajeng terlalu naif? "Ya sudah, yuk

