MENURUT

1405 Kata

"Saya tidak ingin bahas ini sekarang!" "Pak-" "Ajeng, ini bukan waktu yang tepat untuk membahas yang gak penting." "Ya karena yang penting buat Bapak cuma diri Bapak sendiri, full of yourself, sedang urusan orang-" "Ajeng STOP!" Panji memegang kedua bahu Ajeng dengan sorotan matanya tak lepas dari netra Ajeng saat bicara. "Tidak ada perceraian bukan karena saya egois. Tapi pertama, kamu sedang hamil. Kedua, saya sudah terlanjur janji ke pak Deden akan menjagamu. Urusan nanti seperti apa, kita bahas nanti. Yang penting, kamu behave. Berlakulah patuh seperti dulu. Kalau kamu menurut ke saya, kalau saya percaya ke kamu, apa yang kamu minta bisa saya kabulkan. Tapi kalau kamu terus-terusan menentang saya, bagaimana saya bisa percaya kamu? Apalagi untuk jaga darah daging saya? No chance!"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN