JATUH

1273 Kata

'Anakku!' Panji belum menyelesaikan ucapannya tapi sudah ada teriakan Ajeng yang membuat nyeri ulu hatinya melihat yang terjadi pada sekretarisnya hingga dia ikutan memekik, saat tangannya yang mau meraih punggung Ajeng tak bisa menggapainya. Anak, kata dalam benaknya itu selama sepersekian detik membawa pikiran Panji tentang bayangan wanita yang berdarah-darah dari pangkal kakinya tanda bahwa wanita yang sedang mengandung itu tak lagi bisa menyelamatkan kandungannya. Ini menakutkan. Hati Panji entah kenapa seperti kaca yang dilemparkan ke lantai sangat kencang hingga pecah berkeping-keping saat tangannya hanya mampu menggenggam udara. "Pak, kita kapan jalan?" Sampai suara di sampingnya menyadarkan Panji kembali dari kejadian hampir seperempat jam yang lalu. BUG! TIIIIIIIN! 'Astagh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN