"Pak, Bapak gak bisa-" "DIAM!" Pikiran Panji masih tak tenang. Dia tak ingin banyak bicara dulu daripada semakin kesal ke Ajeng. Dan kini Panji memejamkan mata sambil mengangkat tangan kirinya, tanda supaya Ajeng jangan dulu bicara atau melawannya. Tok Tok Tok! Cuma rencana Panji untuk menenangkan diri beberapa saat gagal, karena sudah ada seseorang yang mengetuk kaca mobilnya dan ini menarik perhatian Ajeng yang juga menengok. "Polisi?" Yah, Ajeng benar. Pria yang berseragam dan mengetuk mobil Panji itu adalah seorang polisi lalu lintas yang bertugas dan posnya sekitar lima puluh meter dari posisi Panji berhenti. Keduanya tadi sedang ribut, mereka tidak memperhatikan sekitarnya. Ajeng sendiri fokus pada keselamatannya dan dari tadi mereka bicara berdua saling tatap, mengabaikan li

