DIJODOHKAN

1301 Kata

"Isk, buru tidur. Udah malem, Eti." Cuma sebelum Ajeng menjawab obrolan itu kembali didengar oleh keduanya di dalam. "Ditanyanya ke mana, jawabnya ke mana. Kumaha sih, bi Denok." "Atuh, ceu Eti, Untung Ajeng nolak. Kalau enggak, malu atuh ke den Panji sama den Jimmy. Sempat mau dijodohkan tapi dua-duanya kan udah punya calon. Yang ada, Ajeng pasti minder. Lagian, gak pantes ah, mereka berdua pantesnya sama non Eve dan dokter Wulan. Ajeng mah cuma anak pembantu, cocoknya sama si Sanusi." Saat ini, mata Panji masih menatap Ajeng yang belum menjawab pertanyaannya tapi Ajeng rasa jawaban Ibunya sudah sesuai dengan jawaban di hatinya. "Minggir Pak! Bapak gak pantas ada disini. Ingat istri Bapak yang paling sempurna," makanya setelah Ajeng rasa Panji juga mendengar jawaban Denok, dia menj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN