Aku boleh menghabisinya?

1881 Kata

Markus hanya bisa terdiam. Membiarkan pertanyaan Irish barusan mengambang begitu saja. Wajahnya yang beku akhirnya kembali bergerak. Mengunyah potongan steak sapi yang sudah terlanjur masuk ke dalam mulutnya. Meski terasa hambar, meski tertutup oleh perasaannya sendiri atas pertanyaan Irish tadi. “Ya, kau benar. Perempuan itu adalah Elle, Ris.” Akhirnya kalimat itu keluar juga dari mulut Markus. Tangannya bergerak meraih sapu tangan yang disediakan. Mengusap sisa bumbu steak yang tersisa di bibirnya. Jawaban Markus kini yang ganti membungkam mulut Irish. Membuatnya berkali-kali menelan ludah. Entah kenapa mendengar nama Elle terasa seperti menyayat hatinya sendiri. Padahal Markus bukan siapa-siapanya. Padahal Markus hanya orang yang kebetulan membawanya kenal pada Mas Rama. “Kau t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN