“Apa?!!” Markus memekik dengan keras. Di tengah kericuhan yang terjadi. Di tengah suara sirene yang menyalak. Di antara semua orang yang berlari sambil berteriak ketakutan. “Komandan, fokus dulu. Ada yang berlari dari arah jam dua belas. Belakangmu!” Elle memekik, mengalihkan perhatian Markus. Ia terlalu jauh untuk menggapai pria tersebut. Laki-laki bertubuh gempal dengan baju compang-camping membawa sebuah parang besar di tangannya. Markus yang mendengar suara Elle seketika refleks berbalik badan. Tak sempat memasang kuda-kuda. Lengannya langsung menghantam lengan pria itu. Pukulan yang keras. ‘PRANG ... !!!’ Parang yang tadinya mengayun itu seketika jatuh di tengah aspal. Berselancar, jatuh di bawah kaki Markus. Dengan sekali gerakan cepat, kaki Markus menginjak parang itu. Membua

