Bantuan.

1777 Kata

“HAHAHAHA .... PERTARUNGAN INI TERASA SEMAKIN MENYENANGKAN,” ucap pria di depan Markus sembari terkekeh puas. Suaranya tawanya terdengar begitu keras. Menggema sampai ujung lorong. Membuka mulutnya, mengasah sangkur di tangannya dengan lidah. Seperti seorang yang kesetanan seperti orang yang haus akan darah. Markus masih bisa melihatnya. Sangkur dengan gerigi-gerigi tajam yang dulu mengoyak pahanya. Membuatnya haris dirawat di kamar rumah sakit hampir satu bulan. “Jangan kau kira dengan melihatkan sangkur itu bisa membuatku takut. Cuihhh ....,” ujar Markus sembari meludah lagi. “Aku pernah melawan lima orang seperti kalian. Hanya karena itu di kandang kalian lah kalian bisa menang.” “Jadi maksudmu, kau bisa menang dengan gampang di tempat ini?” Tangan Tito bergerak ganti menggenggam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN