Plan A

1890 Kata

“Jadi benar? Jane adalah adik kandung Pablo?”   Elle mengerutkan kening. “Ayolah, Kus. Jangan mengulang sesuatu yang sudah jelas faktanya. Di tanganmu itu lembar kartu keluarga mereka kan? Apa lagi yang kurang? Lihat nama siapa saja di sana? Lihat nama belakang mereka, tahun kelahiran mereka. Semuanya cocok, Kus. Apalagi yang membuatmu ragu?”   Markus terdiam, terpaku menatap kertas di depannya. Kertas yang tadi dibawakan Elle bersama setumpuk barang bukti lainnya. Satu tangannya menyangga dagu. Bola matanya bergerak-gerak mengamati semua angka, kata bahkan tanda paling kecil yang punya kemungkinan justru menyerang balik ke arah mereka di meja persidangan.   “Kemarin lampu jamku berkedip kuning. Aku hampir memanggil Tim Agus untuk berangkat ke kampusmu. Harus kuakui, aku sungguh khaw

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN