Suara sepatu kulit mengetuk lantai yang masih berupa cor-coran kering. Satu orang berkemeja putih dengan jas membawa satu orang lain yang berjalan du belakangnya untuk naik. Meniti anak tangga satu demi satu. Pria itu masih tampak bingung. Wajahnya menatap ke semua arah. Ke dua lantai bangunan terbengkalai yang sudah ia lewati. Tampak tak terurus, kotor dan bau kotoran kelelawar tercium begitu menyengat. Memandang ke luar bangunan tanpa tembok ini. Sekumpulan rumput perdu yang sudah meninggi. Tampak berkerumun, tampak sangat rimbun. Ia yakin seandainya ada orang mati di tempat ini pasti dengan dibuang di bawah rumput-rumput liar itu saja tak akan ada yang tahu. Belum beberapa mural coretan dan gambar amatir di dinding. Sisa orang-orang mabuk, atau tikar-tikar kumal sisa pergumulan sep

