Siang itu aku memutuskan untuk pulang, entah kenapa aku berpikir bahwa aku merasa hina meski pun bukan kesalahanku atas noda yang telah tertoreh pada rumah tanggaku. Demi untuk menebus rasa bersalahku, satu-satunya jalan adalah mengikhlaskan kesalahan besar mas Daffa padaku dan memaafkannya, karena itulah aku harus pulang. Sudah saatnya aku akhiri kemarahanku karena saat ini, kondisiku sendiri sangatlah tidak layak untuk mempertahankan egoku. Waktunya check out dari hotel, aku telah siap dengan barang-barangku tapi aku butuh masuk ke salon dulu untuk memperbaiki wajah dan rambutku yang sangat acak-acakkan. Menenteng tas travel kecil, aku menuju salon menaiki taksi yang sedang antri di depan hotel. Di sana, aku melakukan facial dan cuci blow, terakhir meminta untuk me-make up wajahk

