21. Dua Sisi

1241 Kata

Aku baru saja keluar dari ruangan Mbak Dela ketika berpapasan dengan Bu Nadia di dekat ruang meeting. Tanpa senyum basa-basi, pimpinan redaksi Gayatri itu memanggilku untuk menghadap ke ruangannya. "Siang, Bu," sapaku saat menguak pintu ruangannya yang memang tak pernah tertutup rapat. "Duduk, Mel." Tanpa menoleh, Bu Nadia mengendikkan dagu mengarah pada kursi empuk di depan meja kerjanya. Aku menurut patuh. "Iya, Bu." "Saya pikir, delapan tahun menjadi bagian Gayatri sudah mendewasakanmu, Meli. Ternyata dugaan saya salah selama ini." Bu Nadia langsung mengulurkan map berisi surat pengunduran diriku yang sudah disetujui Mbak Dela. Aku tak langsung menyahut kalimatnya, karena perempuan cantik bersurai panjang itu nampak akan melanjutkan wejangannya. "Ini serius?" Aku mengangguk manta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN