20. Cemburu

1409 Kata

"Sini, biar aku aja yang bawain masuk." Aku tahu itu bukanlah kalimat tanya. Apalagi begitu Bang Fino berbalik setelah mengambil alih dua plastik besar dari tanganku, pria itu berjalan pelan dan berhenti di depan pintu apartemen. Dalam hati aku sudah merapal banyak doa agar tak sampai khilaf jika hanya berduaan saja dengan orang ini. "Buruan buka pintu, aku capek banget loh udah nungguin kamu sejak tadi." Aku mendengkus sambil manyun. Melihat wajahnya yang memang terlihat lelah malah bikin aku malas membuka pintu. Karena aku takut sisi lain dalam diriku justru luluh dan memberi perhatian lebih padanya. "Lagian siapa juga yang nyuruh Abang nungguin aku sih? kurang kerjaan banget!" omelku hanya mendapat desahan pelan dari pria jangkung itu. Mana peduli dia kalau aku akna mengomel panjang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN