Yang Tak Terlihat, Tapi Ada

1310 Kata

Hari-hari setelah kejadian itu terasa berbeda. Bukan karena rumahnya berubah, tapi karena perasaan di dalamnya sudah berbeda. Lebih waspada, lebih peka, dan lebih sunyi dengan cara yang aneh. Arka masih seperti biasa di pagi hari, tertawa dan merangkak ke sana kemari. Namun, Raka dan Nayara tidak lagi melihat itu sebagai hal yang sepenuhnya ringan. Karena di sela-sela momen itu, ada sesuatu yang mulai sering terjadi. Lebih sering dari sebelumnya. Pagi itu, Nayara sedang duduk di lantai, menemani Arka bermain. Beberapa mainan berserakan di sekitarnya. Arka tampak asyik, memukul-mukul mainan kecilnya sambil mengeluarkan suara gemas. Sampai tiba-tiba, ia berhenti. Tangannya diam di udara. Matanya menatap ke satu titik, sudut ruang tengah. Nayara langsung menegang. “Ka...” panggilnya pelan. T

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN