66. Yang Terdalam

1104 Kata

Ancaman Saveri tadi cukup membuat Madilyn takluk. Ketika Saveri kembali menggedor dan menekan handle pintu kamar Madilyn dengan gerakan kasar berkali-kali terdengar suara Madilyn yang memintanya menghentikan perbuatannya itu. Namun tidak lantas membuat Madilyn membuka pintu kamarnya detik juga. “Kamu boleh menyimpulkan apa pun tentang diriku, tapi biarkan menyelesaikan ucapanku tadi soal Dafhina,” ujar Saveri setelah mendengar sahutan Madilyn. “Apa lagi yang mau kamu sampaikan? Semuanya sudah jelas. Aku cuma perusak rumah tangga orang lain. Aku nggak ada bedanya dengan pelakor. Sekarang aku ngerasa nggak lebih dari sekadar selingkuhan kamu. Kata-kata itu yang mau kamu sampaikan padaku, kan?” “Astaga! Nggak kayak gitu, Lona. Makanya kamu buka pintunya dulu lalu biarkan aku masuk untuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN