“Berhenti mengusahakan aku lagi.” Sebuah kalimat sederhana yang menari-nari di benak Saveri sepanjang perjalanan pulang ke rumahnya. Dia berpikir keras untuk mengartikan maksud Madilyn memilih kata-kata itu dalam kalimatnya. Dia menemukan bahwa Madilyn memintanya untuk menyerah. Apa menyerah? No, no, no! Menyerah tidak ada dalam kamus kehidupan seorang Saveri Dhananjaya. Apalagi menyangkut Madilyn Advik. Saveri benar-benar tidak habis pikir pada keputusan Madilyn. Bagaimana bisa setelah mendiamkannya selama berhari-hari pasca dia mengungkap isi hatinya pada perempuan itu, malah memilih untuk meminta dia menyerah. Namun ada lagi yang mengherankan dari itu semua, bahwa dia mendapati dirinya hanya diam saja dan menerima keputusan Madilyn yang memintanya untuk menyerah. Dia sama sekali tid

