Seperti yang dijanjikan oleh Dafhina keesokan harinya Saveri bersama istrinya itu mendatangi sebuah kantor firma hukum. Dafhina bilang kantor tersebut milik seorang kenalannya dan Dafhina akan menjelaskan lebih detailnya nanti setelah mereka bertemu dengan pengacara yang dijanjikan Dafhina bisa membantu Saveri. Di sinilah mereka berada saat ini. Di sebuah ruang tunggu yang bentuknya lebih menyerupai lounge. Saveri menunggu dengan gelisah. Beberapa kali dia tersenyum kikuk ketika Dafhina menyentuh punggung tangannya karena menangkap kegelisahan dalam dirinya. Setelah menunggu selama lebih dari lima belas menit terasa satu jam akhirnya orang yang ditunggu-tunggu datang juga. Seorang laki-laki dengan setelan jas lengkap warna monokrom membuka pintu ruang tunggu dan tersenyum ramah menyapa

