BAB.3 PERNIKAHAN

526 Kata
Setelah selesai semuanya , aku , ibu dan Daddy Albert berangkat menuju New York. Barang dan surat kepindahan sekolahku akan segera menyusul. Perjalanan menuju New York dari Florida sekitar 5 jam 58 menit kami bertiga menaiki mobil mewah milik Daddy dengan supir pribadi. Perjalanan yang cukup panjang membuat kami harus transit dua kali . Maka dari itu kami bertiga memilih tertidur di mobil . Daddy memiliki supir yang handal dalam membawa mobil, karena supir Daddy ini yang bernama Mark sudah bekerja puluhan tahun. Sejak Augusto masih kecil.Bahkan sangking lamanya supir Daddy ini juga banyak mengetahui seluk beluk keluarga Daddy Albert. Waktu berjalan dengan cepat tak terasa kami sudah tiba di New York. Sesampainya aku di rumah Daddy aku begitu kagum melihat rumah besar Daddy, benar-benar terkejut melihat rumah begitu besar seperti istana. Lalu kami masuk menuju ruang utama dan kami di kejutkan dengan kehadiran kakak Augusto yang bersikap dingin kepada kami. Mr.Albert : Lho Augusto kapan kamu dateng putraku Augusto : Tadi malam Dad, inikah calon istri daddy dan calon adik tiriku. Mr. Alberto : Ya ..kenalan lah Augusto Augusto : Ahh tidak perlu tidak penting bagiku, mereka berdua itu kan hanya menjadi benalu di keluarga kita. Mr.Albert : Hei ...jaga sikapmu yah , jangan tidak sopan daddy tidak pernah mengajarkan hal-hal yang tidak baik. Augusto : Aku tidak perduli , mereka bagiku tidak akan pernah bisa menjadi bagian dari hidupku. Aku datang hanya karena acara pernikahan saja selepas itu aku kembali lagi ke inggris. Mr.Albert : Ya sudahlah terserah padamu Ibu : Sudahlah yang sabar sayang Akhirnya Augusto begitu saja pergi menuju kamarnya, tanpa memberika sambutan yang baik kepadaku dan ibu. Sesampainya kami di rumah , aku dan ibu merapikan baju dan barang kami. Di rumah ini memiliki 4 tingkat dengan jumlah 40 kamar luas rumahnya kurang lebih 8 hektar lebih. Saat aku ingin menuju dapur dan membuatkan kopi untuk Daddy aku bertemu dengan kakak Augujuga begitu dia mengetahuikmengetahu keberadaanku dia langsung berbalik dan menuju kearahku. Dan mendekatiku hanya sekitar 5 mili saja. Tak terlintas rasa takut yang aku rasakan malah aku begitu mengagumi ketampananya serta bentuk tubuhnya yang tinggi sempurna dan berotot.Aku hanya menghadapinya dengan santai karena aku masih menghargai Daddy Albert yang begitu baik kepadaku selama ini. Wajahku cantik dengan tinggi 172 dengan berat badan yang setabil hanya saja aku memakai poni dan kacamataku. Kacamata itu bukan kacamata mines hanya untuk menahan sinar komputer dan hp saja. Tapi banyak orang yang mengira kacamataku itu kacamata mines jadi banyak yang mengira aku culun dan kutu buku. Augusto : Hei Gadis culun siapa namamu , enak ya kamu sebentar lagi akan merasakan kemewahan harta kami. Brenda : Namaku Brenda kak, aku tidak pernah berniat jahat sama keluarga ini..Daddy Albert begitu baik padaku. Dan kau tidak perlu kawatir suatu saat aku akan mengembalikan semuanya setelah aku menjadi dokter nanti. Dan ingat aku bukan benalu seperti apa yang kakak bilang. Lalu Augusto berusaha meremas tanganku bermaksud ingin menyakitiku dan berusaha menarik rambutku. Namun sebelum itu terjadi aku sudah bisa menangkisnya dengan ilmu bela diriku. Augusto : Ohh Wow...rupanya kau bisa bela diri juga Brenda : Bukan urusan kakak ya, dan ingat jangan pikir aku takut padamu camkan itu. Sekali lagi kau bersikap tidak baik aku akan menghabisimu kak.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN