Setelah menyelesaikan makan siang itu kami pun melanjutkan obrolan kami lagi. Mr.Albert dan ibu menyampaikan bahwa setelah mereka berdua menikah aku akan dibawa pindah ke New York karena agar aku tidak terpisah jauh lagi dari ibu. Sempat aku berpikir sejenak tetapi akhirnya aku mengikuti kemauan mereka untuk pindah ke New York. Minggu ini aku dan ibu mengurus semua kepindahan sekolahku. Sekalian aku juga berpamitan dengan teman-teman sekolah.
Mr.Albert : Brenda nanti Daddy pindahkan ke sekolahan internasional yah dulu SMA itu juga sekolah kakak tirimu . Daddy yakin kamu bisa ikutin karena setahu Daddy kamu sering dapat rangking kan selama sekolah.
Brenda : Ya Daddy baiklah , ohh ya kakak tiriku juga ada di New York Dad?
Mr.Albert : Ohh tidak ada, dia sedang meneruskan S2 nya di Inggris dua tahun lagi kakak tirimu akan bertemu denganmu. Namanya Augusto dia sudah menjadi lelaki muda yang cerdas , tampan dan juga sedikit jutek dan ambisius. Tapi pada dasarnya dia baik dia ya sedikit berubah karena semenjak kecelakaan yang membuat maminya meninggal dan pada saat itu Daddy merasa bersalah karena lupa mengecek mobilnya. Augusto sampai saat ini selalu menyalahkan Daddy . Sudahlah tidak usah dipikirkan kau nanti juga bisa lama-lama memahaminya..
Brenda : Ohh Ya Daddy semoga kakak Augusto mau menerimaku sebagai adiknya.
Mr.Albert : Hahahha tidak usah takut dengannya dia hanya menyimpan kesedihan karena dia begitu menyayangi maminya. Dia tidak mungkin akan berbuat jahat kepadamu. Percayalah sama Daddy.
Brenda : Ya Dad tenang saja , ohh ya kira-kira kapan pernikahannya apakah akan di buat di New York juga?
Mr.Albert : Ya sayang makannya setelah ini kamu sudah mulai ikut pindah ya. Masalah barang-barang dan kepindahan sekolahmu sudah daddy suruh orang. Pokoknya kamu tinggal sekolah nanti dan sudah bisa mulai masuk awal bulan.
Brenda : Ohh ya Dad makasih ya, semoga aku tidak mengecewakan Daddy . Ohh ya setelah nanti aku lulus kalau boleh aku mau kuliah Dad mau ambil jurusan Kedokteran .
Mr.Albert : Wow bagus tuch tentu boleh dong , mau dimana kamu kuliahnya sayang harus dari sekarang di pikirkan. Dokter apa yang mau kamu ambil ?
Brenda : Aku mau kuliah di Belanda aja yah, jurusannya dokter umum lalu aku dalami lagi sebagai dokter spesialis penyakit dalam.
Mr.Albert : Oke baik-baik kebetulan juga Daddy ada rumah di Belanda bisa kamu tempati selama kamu kuliah dan praktek nanti. Dan Daddy juga punya teman kepala rumah sakit di Belanda nanti setelah kamu lulus kedokteran , daddy masukkan kamu kesana ya.
Brenda : Ya Dad makasih yah, ya sudah aku mau membereskan dulu semua baju dan barang-barangku.
Setelah pembicaraan itu Brenda segera menuju kamarnya untuk Membereskan semua baju dan barang miliknya. Lalu ibuku menghampiri Mr.Albert untuk melanjutkan pembicaraan.
Ibu : Sayang makasih yah kamu sudah menyayangi anakku seperti anakmu sendiri. Tetapi apa Augusto bisa menerimaku dan Brenda.
Mr.Albert : Sama-sama sayang, ya sudahlah tenang saja nanti masalah Augusto biar aku yang urus. Dan Brenda aku yakin dia bisa mengimbangi Augusto. Biarkanlah mereka saling beradaptasi nanti. Brenda itu pasti bisa mengatasi sifat Augusto. Sudahlah tenang saja.
Ibu : Makasih ya sayang, ya sudahlah kalau begitu.