Setelah aku turun dari mobil lalu aku berjalan menuju kak Augusto dia melihat intens ke wajahku sampai bawah kakiku sampai terkejut dan salivanya turun naik. "Hah itu Brenda adik tiriku cantik banget kayak supermodel" (Augusto) Aku hanya memberikan senyuman simpul kepada kak Augusto. Lalu setelah aku melewati dia , tiba-tiba dia menahan langkahku.
Augusto : Dari mana kamu , pergi nggak bilang-bilang.
Brenda : Lho urusan sama kakak apa, aku dah pamit sama daddy koq.
Augusto : Kamu mau kemana dandan begitu hmm, kacamatamu kemana? Jangan mengumbar keseksian tubuhmu disini banyak mata-mata liar.
Brenda : Trus perduli kakak apa, menurutku nggak ada koq yang terbuka hanya press body aja. Dah ahh aku capek mau kedalam dulu.
Augusto : Tunggu Brenda aku belum selesai bicara padamu.
Brenda : Aku bilang lepaskan aku kakak mengerti bahasa kan. Jangan sampai nanti aku bikin kayak tadi mau. Dah sana urusin pacarnya malah urusin aku, nggak usah sok baik sama aku.
Augusto : Awas kamu ya liat nanti aja kamu pikir aku nggak bisa bela diri. Kau perlu tahu aku ini dulu Sensei muda sabuk hitam DAN IV. Jadi jangan menantangku Brenda.
Brenda : Dan kakak juga perlu ingat aku juga sabuk hitam DAN II .
Augusto : Hah masa sich oke ingat suatu saat kita tanding kalau kau kalah , kau harus siap aku perintah. Sebaliknya kalau aku kalah kau boleh minta apapun dariku.
Brenda : Ohh benarkah itu kak, oke nanti malam kita tanding dan aku pasti akan kalahkan kakak . Saat aku berhasil mengalahkan kakak aku akan meminta sesuatu ya.
Augusto : Oke siap Hehehhee
Brenda : Nggak usah ketawa kak , mang lucu apa ihh dah sana ahh
Augusto : Kamu abis lucu tampang kayak kamu koq ngaku dah sabuk hitam DAN II.
Brenda : Puas-puasin aja ketawa kak, liat saja nanti malam.
Tanpa di ketahui Augusto selain Brenda sudah sabuk hitam DAN II , dia juga menguasai bela diri tinju wingcun dia boleh mempelajari dari Senseinya dulu yang juga menguasai ilmu bela diri tinju wingcun.
Melihat Brenda melangkahkan kakinya menjauh, Augusto tersenyum - senyum sendiri. "Lho aku kenapa jadi nyaman begini sich berada dekat sama Brenda ya, ahh sudahlah jadi tidak sabar menunggu nanti malam" Lalu Donna menghampiri Augusto sambil bertanya.
Donna : Sayang siapa sich cewek itu ? Cantik banget pacar baru kamu ya ngaku ?
Augusto : Hahhaa apa sich kamu ini ngaco dech, dia itulah adik tiriku yang tadi aku ceritakan.
Donna : Ahh katamu dia nggak cantik yang ada dia culun.
Augusto : Ya tadinya tapi kayaknya dia dah merubah penampilannya. Kan sebentar lagi akan sekolah di SMA New York City.
Donna : Ohh awas ya kalau kamu sampai naksir sama dia. Liat aja nanti aku abisin dia.
Augusto : Hahaaha abisin mang kamu bisa bela diri hah, sudahlah dia itu akan jadi adik tiriku nggak mungkinlah aku suka sama dia sayang. Aku janji.
Donna : Ya sudah sayang aku mau pulang ya, anterin ya .
Augusto : Duhh kayaknya hari ini aku nggak bisa antar kamu dech , aku lagi banyak tugas Kuliah. Aku pesankan taxi online saja ya. Besok-besok dech aku antar ya mmmuuuaacchh . Dan ini ongkosnya.
Donna : Ya sudahlah ya ya ..aku pulang dulu ya sayang.
Augusto : Ya hati-hati ya, ya sudah sampai ketemu minggu depan ya. Karena minggu-minggu ini aku sangat sibuk mempersiapkan pernikahan Daddy.
Donna : Huhh kapan kita nikahnya sich dan kapan Daddymu setuju denganku.
Augusto : Sabarlah ya sudah tuch taxinya sudah datang . Dadah.