Senyum Kania merekah. Alsen benar-benar membawa dia ke rumah peternakan. Daerah sana benar-benar sejuk, asri sekali. "Alsen, kenapa kita nggak tinggal di sini? Meski sepi kayaknya aku beda di sini." Kania merentangkan kedua tangan, membiarkan angin menerpa rambutnya yang tergerai indah. Lalu Kania melepas jaket rajutnya, membiarkan dress tanpa lengan terlihat sempurna. Bahu dan bagian lehernya diterpa angin. "Enak, anginnya kencang banget." Alsen merangkul bahu Kania. "Untung di sini nggak ada orang, aku nggak suka berbagi tubuh kamu sama orang lain. Ayo ke sebelah sana." Lalu membawa ke pinggir danau. Alsen masih melirik ke kiri dan ke kanan. "Pasang aja lagi jaketnya, nanti dilihat orang." "Nggak, ah! Aku enak gini, lagian di sini nggak ada orang lain selain kita berdua. Enak, nggak

