Dua hari berlalu setelah malam itu, Kania terlihat berbeda hingga membuat kepala Alsen pusing. Kerjaan di kantor bukannya beres, malah jadi berantakan. Kepalanya di penuhi oleh Kania, tidak ada hal penting lain yang mampu mengalahkan kedudukannya dalam pikiran Alsen. Entah apa yang sudah Kania lakukan dalam dirinya, Alsen begitu mencemaskan berubahan ini. Kania berkali-kali mengatakan jika dirinya biasa saja, tidak ada yang berubah, dan sebagainya. Hey! Alsen tahu betul bagaimana Kania, belakangan ini dia kelihatan lebih pendiam. Berbicara secukupnya saja kepada Alsen, dan sejak malam itu mereka hanya tidur saling memunggungi. Alsen benar-benar galau, Kania bersikap dingin seperti ini membuatnya seperti orang gila. Meski Kania tetap menyiapkan semua kebutuhannya, juga memasak. Tetap saj

