Arabelle bersama Alex mendatangi kediaman Kania, niat ingin mampir dan mengetahui bagaimana suasana di sana. Arabelle terlalu bosan berada di rumahnya, ingin merasakan angin yang berembus dari daerah tempat tinggal yang berbeda. "Kania, Sayang?" panggil Arabelle sambil mengetuk pintu, dia sengaja datang pagi-pagi sekali. Di dalam kamar, Kania dan Alsen yang tengah bergumul berhentikan pergerakan. Ini pintanya Alsen, tidak cukup yang kemarin ... pagi ini dia meminta haknya kembali. "Astaga, Alsen. Mom datang! Menjauh dariku sekarang!" Kania memukul lengan berotot Alsen. Pria itu sedang berada di atasnya, dengan kedua tangan mereka yang saling bertautan. Alsen mendesah kecewa. "Tapi ini belum selesai. Sudah setengah jalan, Nia. Biarkan saja, Mom pasti mengerti apa yang kita lakukan.

