Setelah melihat proyek pembangunan yang sudah berjalan 65%, Alsen kembali menyerahkan semua pekerjaan kepada tangan kanannya. Pria itu kemudian memutuskan untuk kembali ke rumah Kania. Dia merasa pusing, ingin segera mengistirahatkan diri. Rasanya nanti malam dia ingin memakan sate kambing, membayangkannya saja Alsen sudah tidak tahan. Enak sekali! "Nia?" panggil Alsen. Dia melepas kaosnya, melempar sembarang arah ke dalam kamar Kania. Alsen melangkah menuju dapur ketika tidak menemukan Kania di kamar, lalu ke halaman belakang. Namun nihil, Kania memang sedang tidak berada di rumah. Alsen tahu Kania ke mana. Tepat, ke mana lagi kalau bukan rumah Reynal? Secepat kilat Alsen membuka layar ponsel, menelepon Kania tanpa basa-basi lagi. "Pulang sekarang!" katanya. Kania yang berada di sebe

