A and K | 52

1225 Kata

Kania menggenggam erat ponselnya. Dia mengambil duduk di ujung sofa dekat tembok--memojokkan diri di sana. Semua pintu yang ada dalam kamarnya Kania kunci rapat-rapat agar tidak ada siapa pun yang masuk untuk melakukan kejahatan. Ini sudah hampir jam tujuh, tetapi Alsen belum juga kembali. Ada jutaan air mata yang jatuh membasahi pipinya, bahkan sekarang matanya sudah menyipit karena bengkak. Ujung hidung dan bibirnya nampak memerah. Dia sudah berusaha menghubungi tetapi nomor Alsen tidak aktif sama sekali, Kania tidak tahu harus menghubungi siapa pun. Arabelle? Sudah. Mertuanya juga sedang berusaha menghubungi Alsen yang hilang jejak sudah sekitar satu jam yang lalu. Kania takut, dia tidak bisa berpikir positif saat cemas begini. Ada banyak hal negatif yang menghampiri, berputar-putar t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN