"Alsen, cepatlah!" teriak Kania dari luar kamar mereka. Dia sudah siap dengan pakaiannya. Celana pendek, baju lengan satu tali motif bunga daisy, dengan rambut tergulung rapih ke atas memperlihatkan secara jelas leher serta bahu putih bersihnya. Alsen kebelet buang air besar saat akan berangkat, Kania mendesah sebal. Lagi, Alsen cukup lama melegakan perutnya di dalam kamar mandi. Mungkin sudah sekitar sepuluh hingga lima belas menit. "Alsen, kamu nggak pingsan di dalam sana kan?!" tanya Kania lagi. Dia menoleh ke belakang dengan tangan bertumpu pada pintu, wajahnya ditekuk masam. Terdengar pintu terbuka, Alsen keluar dari dalam sana dengan helaan napas panjang penuh kelegaan. "Udah, leganya luar biasa!" Alsen menyunggingkan senyum. Dia segera menghampiri Kania sebelum berubah menjadi Si

