Kania sedang duduk sembari menunggu selesainya rapat Alsen. Kira-kira sudah setengah jam dia di tempat duduknya, sebab ketika Kania sampai tadi katanya rapat baru saja di mulai. Kania mengunjungi Alsen karena sebab, dia baru saja mendapatkan pesan dari seseorang. Karena mereasa tidak enak hati, dia langsung memutuskan menemui suaminya tersebut. Kania merasa bosan hanya duduk saja tanpa melakukan pergerakan apa pun. Dia berdiri, melangkah menuju kamar pribadi dalam ruangan itu. Rapih dan wangi khas Alsen. Aroma itu dapat membuat senyum Kania mengembang senang, lalu segera gadis itu merebahkan diri di sana. Seminggu belakangan dia tidak betah lama-lama duduk, selalu ingin berbaring sepanjang hari. Padahal dulu, Kania selalu ingin bekerja tanpa mengenal lelah. Dia malah akan tidak nyaman jik

