Tenda sudah terpasang beserta lampu warna warni dan semua peralatan yang dibutuhkan. Tendanya tidak terlalu besar, tidak juga terlalu kecil. Kania menggerai kasur lipat untuknya dan Alsen tidur nanti, kemudian menyiapkan berbagai macam makanan untuk dinikmati bersama dalam tenda sambil mendengarkan musik. Di depan pintu masuk tenda terdapat meja persegi di sana, sudah tersusun beberapa macam makanan dan minuman. "Alsen ... sini sebentar, Sayang." Kania memanggil Alsen dari arah dapur. Alsen yang sedang mengambil gambar hasil bangunan tendanya yang lumayan menarik ini pun tak berhenti mengambil gambar dari sisi mana pun. Dia akan mencetak fotonya, kenang-kenangan yang sangat luar biasa. Apalagi Alsen melakukannya bersama Kania, semakin seru saja. "Ya, Sayang, kenapa?" tanya Alsen lang

