Alsen menggebrak meja sangat keras sampai tangannya terasa sakit dalam waktu bersamaan. Rahangnya mengeras dengan mata gelap penuh emosi yang membara. Dia merasa dipermainkan sedemikian rupa oleh peneror itu, sialan! "Tidak sedikit pun Anda mengetahui siapa orang yang datang untuk meminta Anda mengintai kediaman keluarga saya?!" tanya Alsen sekali lagi. Wajah pria di hadapannya itu sudah terluka di beberapa sisi wajahnya, setiap kali dia menjawab tidak tahu maka mendapat satu pukulan dari bodyguard Alsen. "Tidak tahu, Tuan. Saya hanya ditawari uang dua puluh juta, tugasnya harus mengintai kediaman keluarga Anda dengan cahaya laser merah ini. Bahkan laser ini dia yang menyiapkannya, saya terima bersih," kata si pria laser itu. Dia benar-benar berkata jujur. Kemarin malam, seorang pria

